Laporan Pajak Laporan Pajak
Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Gelar Pelatihan Keluarga Muda Berdaya, Kemenpora Ingin Ciptakan Kepemimpinan Dari Entitas Keluarga.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan upaya pengembangan karakter kepemimpinan bagi pemuda dari entitas terkecil yakni keluarga melalui program pelatihan keluarga muda berdaya untuk mempersiapkan pemuda tangguh generasi emas di tahun 2045.

Gelar Pelatihan Keluarga Muda Berdaya, Kemenpora Ingin Ciptakan Kepemimpinan Dari Entitas Keluarga. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) gelar pelatihan keluarga muda berdaya untuk mempersiapkan pemuda tangguh generasi emas di tahun 2045. (foto: Sesdep 2/muchlis)

Banten – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  melakukan upaya pengembangan karakter  kepemimpinan bagi pemuda dari entitas terkecil yakni keluarga  melalui program pelatihan keluarga muda berdaya untuk mempersiapkan pemuda tangguh generasi emas di tahun 2045.

Pelatihan berbentuk pemberian materi dasar kepemimpinan  terkait pentingnya peranan keluarga dalam membentuk generasi muda masa depan diikuti 70 pemuda yang berasal dari unsur organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Kota Tanggerang Selatan, Banten dibuka secara resmi oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Raden Isnanta di Sahid Hotel Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (22/3) pagi.

Dalam sambutannya Deputi Isnanta menegaskan  bahwa kepemimpinan dalam skala terkecil adalah kepemimpinan dalam keluarga sehingga ketika sukses memimpin keluarga maka dapat melangkah jadi pemimpin pada skala yang lebih besar.

Tidak hanya di organisasi, di keluarga pun juga membutuhkan kepemimpinan. Keluarga merupakan institusi paling kecil karena hierarkinya pun juga jelas ada orangtua sebagai pemimpin, kemudian ada anak-anak. 

“Secara sederhana, kepemimpinan keluarga adalah bagaimana orangtua memberi contoh baik kepada anaknya. Sama halnya pemimpin di dalam organisasi dan bisnis, orangtua mendorong anaknya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga bisa menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan masyarakat sekitar.” Kata Deputi Isnanta.

Program kepemimpinan pemuda yang dilakukan Kemenpora melalui pelatihan keluarga muda berdaya  diharapkan dapat  mendorong pemuda agar lebih aktif berorganisasi, lebih berani berpendapat dimulai dari lingkungan rumah atau komunitas.

“Saya minta peserta pelatihan menjadi agen perubahan bagi lingkungannya. Sampaikan ilmu di pelatihan ini ke komunitas, organisasi dan lingkungan sekitar. Seperti, ilmu mengatur keuangan keluarga, adanya perencanaan keuangan dalam jangka menengah maupun panjang untuk masa depan. Semua ada diskusi dalam keluarga, merencanakan langkah penting untuk keluarga.”  Ungkap Deputi Isnanta menutup sambutannya.

Sebelum itu,  Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda Kemenpora Mulyani Sri Suhartuti dalam laporannya menjelaskan  bahwa program keluarga muda berdaya yang saat ini memasuki seri kedua adalah salah satu program Kemenpora untuk meningkatkan daya saing pemuda yang berkarakter kebangsaan dan mencetak pemuda tangguh dari lingkungan terkecil dari entitas negara yakni keluarga.

“Sehingga akan tercipta kepemimpinan domestik pemuda melalui peningkatan implementasi kulaitas keluarga, anak dan pemuda dalam rangka meningkatkan indeks pembangunan pemuda pada domain gender dan diskriminasi.” Kata Mulyani.

Selain membentuk anak yang berkarakter sebagai bibit pemuda generasi emas di tahun 2045 dan mengurangi tingkat perkawinan usia dini yang masih banyak terjadi di Indonesia sehingga  berdampak meningkatnya angka perceraian usia muda,  program pelatihan  keluarga muda berdaya juga bertujuan mendorong program pemerintah dalam rangka menurunkan  angka stanting di Indonesia.

“Selain itu tujuan pelatihan juga  untuk mencegah terjadinya dekadensi moral dan mengurangi dampak kenakalan remaja karena tidak harmonisnya sebuah keluarga.” Kata Mulyani.

"Persiapan kehidupan sebelum memasuki keluarga adalah investasi penting untuk masa depan yang berhasil, pasangan harus memahami bahwa pernikahan membawa tanggung jawab seperti pengelolaan keuangan keluarga secara bijak, pengetahuan hukum pernikahan, bagaimana pola pengasuhan anak dan manajemen pisokologi perkawinan." Tambah Mulyani.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan Nasrul Fuad  mengapresiasi langkah Kemenpora melalui program pelatihan pemimpin muda berdaya yang bertujan membangun karakter kepemimpinan pemuda dengan peserta yang pemuda yang berasal dari Kota Tanggerang Selatan.

Dikatakannya bahwa  meningkatnya pertumbuhan industr kreatif di Kota Tangerang  Selatan  juga diikiti dengan tingginya masalah sosial dikalangan pemuda seperti tawuran, perceraian, hubungan diluar nikah dan prilaku seks menyimpang. 

“Salah satu faktor penyebabnya bahwa dalam keluarga, orang tua sebagai pilar rumah tangga  tidak dapat memberikan pemahaman dalam membentuk karakter anak karena minimnya literasi terkait bagaimana kepemimpinan yang baik dalam rumah tangga.” Jelas Nasrul.


Untuk itu dirinya berharap melalui pelatihan ini dapat memberikan manfaat pengembangan kapasitas  karakter kepemimpinan bagi pemuda di Kota Tanggerang Selatan.

Pembicara pada pelatihan seri kedua, yakni Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Muhammad Maksum, M.A.  dengan materi hukum perkawianan, Ahli Psikologi Forensik yang juga Dosen PTIK Reza Indragiri Amriel, S.Psi., M.Crim  dengan paparan terkait psikologi keluarga, Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Dr. Drs. Yohan M.Si yang membahas perencanaan keuangan dalam rumah tangga serta praktisi youth family planning enthusiast, Isma Safitri. (prsj/much)

BAGIKAN :
PELAYANAN