SELAMAT HARI RAYA NYEPI 2017

Hadir Dialog Pemuda di Unisma, Menpora: Kota Malang Ditunjuk Sebagai Kota Layak Pemuda

  • Khairu Aqsara
  • Rabu, 21 Desember 2016
Malang: Menpora Imam Nahrawi hari Rabu (16/11) sore menghadiri acara Dialog Tentang Peran Pemuda di Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke -36 di Universitas Islam Malang, Jawa Timur. Menpora mengatakan bangga melihat mahasiswa dan mahasiswi Unisma menghadapi era globalisasi bisa berprestasi dalam bidang apapun dan yang lebih membanggakan kota Malang akan menjadi percontohan Kota Layak Pemuda.    "Saya melihat perkembangan pemuda kota Malang sangat luar biasa. Sekitar dua minggu lalu saya menetapkan Bandung sebagai kota layak pemuda termasuk Palu, insayallah Kota Malang berikutnya. Program Kota Layak Pemuda memang menjadi prioritas bagi Kemenpora untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang selama ini memberikan perhatian terhadap para pemuda," kata Menpora.   Dengan ditunjuknya kota Malang sebagai kota Layak Pemuda maka Menpora berharap mahasiswa Unisma untuk memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. "Kedatangan saya di sini selain sowan atau silaturahmi, saya juga hutang karena beberapa kali gak bisa datang ke kampus. Buat teman-teman mahasiswa kalian sekarang sangat beruntung dengan semua fasilitas yang ada di kampus ini. Kita harus beradaptasi dengan keadaan tetapi kita tidak boleh meninggalkan culture yang ada di tanah air ini. Saya yakin kalau kita punya ketulusan akan selalu menuai kebaikan," katanya.   "Ke depan pemuda dan olahragawan terus maju dan berprestasi untuk negeri ini. Sesungguhnya keperbedaan Indonesia kalau kita lihat dari sisi positif maka akan melahirkan sebuah preatasi, jika sebaliknya maka jangan harap prestasi akan datang. Semua berkat ketulusan dan kekhlasan para kaum ulama dalam melakukan perjuangan untuk negeri ini. Dan saya ingin mahasiswa bisa melakukannya itu," tambahnya.   Menpora juga ingin melakukan langkah lintas sektoral dengan melibatkan kementerian lain untuk meningkatkan peran pemuda di Indonesia. "Ketika bicara kepemudaan kita tidak bisa terfokus hanya pada Kemenpora, saya masih terus melakukan kordinasi untuk multi sektoral. Kita ingin pemuda kita menghargai potensi diri mereka masing-masing," ujarnya.   Sementara Ketua Yayasan Unisma Sofwan Chudorie mengatakan ditengah-tengah perkembangan Unisma sekarang ini dalam melakukan regenerasi, Unisma sudah membuktikan melahirkan genarasi-generasi berkualitas. "Saya berbesar hati pada hari ini, karena orang yang datang (Menpora) adalah tokoh muda revolusi 10 tahun yang lalu. Dan alhamdulilah sekarang bisa duduk sebagai Menpora," katanya.(amr)