Deputi Pengembangan Pemuda Mendukung Gerakan Anti Buliying Indonesia

  • Pemuda
  • Selasa, 29 Agustus 2017
Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017, Dr. Jonni Mardizal, MM, selaku Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora di ruang kerjanya menyambut kunjungan audensi dari GABI (Gerakan Anti Buliying Indonesia baru berdiri pada pada bulan Juni 2017 dan beranggotakan para relawan mahasiswa yang peduli dengan masalah sosial yaitu buliying. Bentuk kepedulian GABI melalui wadah medsos dan website untuk menampung masalah dan keluh kesah korban buliying yang selanjutnya di teruskan kepada pihak-pihak yg berwenang misal sekolah, psikolog, rohaniawan, dokter, aparat hukum dan sebagainya untuk ditindaklanjuti. GABI terdorong untuk mendatangi Kemenpora karena termotivasi dengan program Kemenpora yang memperhatikan dan menghargai atlet berkebutuhan khusus. Jonni Deputi menyambut baik gerakan ini, beliau berpesan harus lebih di kuatkan arah dan komitmennya serta kiprahnya yang jelas serta ada wadah yang berbadan hukum shg GABI sebagai wadah relawan dapat kuat untuk memperjuangkan hak-hak korban buliying. Untuk mencegah buliying harus ditumbuhkan pada diri masing2 dengan memposisikan korban buliying adalah adik kita sendiri sehingga mengurungkan niat untuk buliying. Asdep Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan, Drs. Sanusi, MH, melanjutkan bahwa GABI harus ada badan hukum sehingga mempunyai aspek legalitas dan aman dengan kelengkapan akta, pengesahan Menkumham, NPWP, Visi, Misi, Tujuan, Program Rutin yang jelas dan dituangkan ke dalam AD-ART. Kedepannya GABI harus semakin eksis dan tulus dalam berkiprah untuk memperjuangkan hak-hak korban buliying dengan demikian dukungan akan timbul dengan sendirinya tidak hanya dari Kemenpora. (Roro).