Deputi II Gelar Pelatihan Penyusunan Renstra dan Manajemen Resiko

  • Pelatihan
  • Rabu, 06 September 2017
JAKARTA, Senin, 4 September 2017 Deputi Pengembangan Pemuda membuka acara Pelatihan dan Pengembangan SDM dalam Penyusunan Renstra dan Manajemen Resiko telah diselenggarakan oleh Sekretariat Deputi Pengembangan Pemuda dari tanggal 4-6 September 2017 di hotel Harper Jl. Biru laut X, Cawang, Jakarta yang dihadiri 50 peserta dari Asdep- asdep di Lingkungan Deputi Pengembangan Pemuda. Dr. Jonni Mardizal, MM selaku Deputi Pengembangan Pemuda dalam pidato pembukaan mengatakan Renstra dan Manajemen Resiko tidak sekedar dipahami tetapi harus dipraktekkan oleh SDM Aparatur karena tepat sekali bila dijadikan materi pelatihan, agar dapat merencanakan strategi dengan baik sehingga dalam penyusunan program, kegiatan dan pelaksanaannya dapat lebih tepat sasaran. Blila dilengkapi manajemen resiko akan lebih lancar dalam mencapai tujuan dengan hambatan resiko dapat dieliminir. Penyusunan Rencana strategis dipandu oleh Dr Sofwan, M.Pd sebagai Narasumber, dalam paparannya Sofwan mengatakan betapa pentingnya perencanaan yang baik karena menentukan 50% keberhasilan sedangkan yang 50% lainnya komitmen melaksanakan perencanaan termasuk pengelolaan keuangan dan pertanggungjawabannya. Format Renstra Kedeputian harus berpedoman dengan Renstra Kementrian dimana visi harus sama, sedangkan misi, tujuan dan program dapat disesuaikan oleh masing-masing kedeputian sehingga lebih tepat sasaran. Sedangkan indikator yang dipilih dalam mengukur output harus dijelaskan di Renstra maupun di TOR. Satuan capaian output tidak boleh tumpang tindih karena nanti berakibat e-Monev dan aplikasi Krisna sulit diisi. Misal indikator bantuan dukungan fasilitasi kewirausahaan adalah orang atau lembaga harus jelas agar dapat terukur dengan tepat. Pada hari berikutnya diisi oleh TIM BPKP yang dipimpin oleh Made Suherni, SE, Akt yang memaparkan tentang manajemen resiko mulai dari register resiko, proses penilaian resiko, pengendalian resiko sampai dengan cara meningkatkan maturitas pengendalian resiko karena manajemen resiko sangat penting untuk menghindari hal-hal negatif yang merugikan yang dapat mengganggu pencapaian tujuan. pada umumnya Kementerian Lembaga pada level 3, Kemenpora baru level 1,18 hal ini berarti masih dalam tahapan rintisan yang artinya pengendalian resiko berupa kebijakan dan prosedur tertulis yang belum terorganisir dengan baik sedangkan level 3 selain kebijakan dan prosedur tertulis juga ada pengkomunikasian kebijakan dan prosedur serta implementasi kebijakan dan dokumentasi yang baik. Di dalam pelatihan juga terdapat praktek penilaian dan pengendalian resiko, masing-masing peserta menyusun form penilaian resiko berdasarkan RKA-KL dan dan dipandu TIM BPKP menyusun langkah-langkah pengendaliannya. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini maturitas pengendalian resiko di Kemenpora akan naik grade hal ini juga berarti langkah baik untuk mengurangi resiko keuangan yang menjadi penyebab disclaimer (Roro).