Bersama Kemenpora, Organisasi Pelajar dan Pemuda se-Indonesia Mengecam Tindakan Amerika Serikat.

  • Pemuda
  • Selasa, 12 Desember 2017
Jakarta - 11 Desember 2017. Sebanyak 12 organisasi pelajar dan pemuda se-Indonesia difasilitasi oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI untuk membahas isu politik dan kemanusiaan Internasional yang terjadi di Palestina. Mereka mengecam tindakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas pengakuan Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Dalam kesempatan itu Asrorun Ni'am selaku Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI bertindak sebagai moderator dan pengarah diskusi. Niam menjelaskan bahwa Indonesia merdeka dengan komitmen anti penjajahan. "Yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia ini adalah Negara Palestina. Perlunya komitmen pembelaan pemuda dalam kemerdekaan Palestina perlu dorongan seluruh pimpinan OKP se-Indonesia". tegas Ni'am dalam pengarahan dan pembuka diskusi. Hadir dalam acara diskusi ini pimpinan dari seluruh organisasi pelajar dan pemuda diantaranya; P IPNU, PP IPPNU, DPP KNPI, FK MAHASISWA TAFSIR DAN HADITS INDONESIA, PP IMM, DPP GMNI, PB PMII, PB KOPRI, REMAS DMI, GMPRI, HIMA PERSIS, DPP MAPANCAS, dan HIMMAH. seluruh pimpinan organisasi tersebut berkumpul dan menyampaikan gagasan di ruang Rapat kemenpora RI (11/12). Acara yang berlangsung panel tersebut, muncul berbagai sikap yang tertuang dalam sebuah pernyataan sikap yaitu: PERNYATAAN SIKAP DAN RILIS 1. Bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melanggar norma-norma kemanusiaan karena kebijakan ini akan menimbulkan radikalisme dan terorisme. Selain itu kebijakan Trump telah melanggar Hukum Perjanjian Dewan Keamanan PBB; Perjanjian Madrid 1992, Perjanjian Oslo I Tahun 1993, Kesepakatan Kairo Tahun 1994, Perjanjian Oslo II Tahun 1996 , Perjanjian Hebron Tahun 1997, Memorandum Wye River Tahun 1998, Perundingan Camp David Tahun 2000, Road Map Peace Tahun 2002 hingga Memorandum Sharm El-Sheikh dan pertemuan Washington. 2. Maka dari itu kami Pemuda Indonesia menolak dan mengutuk Kebijakan Presiden Amerika Serikat. Dan berkomitmen untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dalam hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 3. Kami Pelajar dan Pemuda Indonesia mengeluarkan sikap: a. Mendesak PBB untuk memberikan sanksi, kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina. b. Menyerukan agar negara-negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina. c. Menyerukan pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia untuk menggalang negara-negara anggota KAA (Konferensi Asia-Afrika) menentang kebijkaan Presiden AS atas Yerusalem. d. Mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina. Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi. Jakarta, 11 Desember 2017 Acara tersebut ditutup dengan komitmen bersama dengan penandatanganan dan pernyataan sikap oleh seluruh pimpinan OKP.(zai)